Pelabuhan Lama
Pagi itu aku sangat bersemangad.
Sebab aku akan bertolak ke utara Gorontalo
( GORUT) mengantar plus menemani sebentar kakak yang kebetulan punya urusan
disana. Sekitar pukul delapan pagi kami star dari Kota Gorontalo dengan
mengendarai kharisma tua andalan kami. Udara pagi menambah semangad
untuk segera sampai ke tempat tujuan. Aku, kebetulan yang akan menyetir saat
itu. Karna ya, sudah menjadi tugas wajibku jika aku ikut dengan mba’ku
kemanapun, aku harus rela menjadi...katakanlah ‘sopir kecilnya’. Maka
berangkatlah kami, dan bagiku tak mengapa jika menjadi sopir lagi. Selama di
perjalanan aku tak mau ketinggalan menyaksikan keindahan yang aku lewati di
setiap tempat, banyak pemandangan menarik sampai yang mengancam. Akh..tapi
bagiku itu adalah kado perjalanan. Indahnya pemandangan, dan candaan selama
menempuh perjalanan membuat aku tak merasakan lelah saat menyetir. Tak kurang
dua jam, akhirnya kami tiba dengan semangad di tempat mba’ku menginap.
Sesampainya disana, masalah kecil datang. Tempat penginapan kami terkunci,
orang-orang rumah pada keluar semua. Yah, tak menunggu berapa lama bantuan
Allah pun datang. Kami menemukan cara untuk membuka pintu dengan doa plush
kunci cadangan yang kami temukan. Akhirnya...owh, bisa juga masuk ke rumah dan
istrahat.
Kebetulan sebelum berangkat kesana mba’ku
sudah janjian dengan saudara angkat kami yang tinggal disana. Dia menawarkan
kami untuk di ajak jalan-jalan naik perahu. Sebenarnya saat itu aku agak malas
keluar rumah, karna capek menyetir baru terasa saat bangun tidur. Tapi , ‘ naik
perahu ? ’ wah, seru juga ketika- aku pikir-pikir. Setelah shalat Ashar di
rumah, berangkatlah aku bersama mbak kerumah saudara angkat kami itu.
‘ siap ?’ tanya saudara angkat saat
kami baru sampai di rumahnya.
Langsung
saja aku dan mbak kompakan ‘ manjo dank !!!!!’khe khe.,,,. Berangkatlah kami
bertiga ke pelabuhan kwandang( pelabuhan lama). Sampai disana aku diam dan
membuka kembali mataku lebar- lebar. ‘ sudah lama aku tak kesini,
akhirnya,,,owh. Kita berjumpa lagi!’ kataku dalam hati sambil melihat sana-sini
keadan pelabuhan lama itu. Tak banyak berubah, hanya saja, tetap ada sedikit
yang hilang dan bertambah. Ku katakan pada saudara angkat untuk cepat-cepat
naik ke atas perahu, dia pun akhirnya menyewa tukang perahu untuk membawa kami berlayar......’
haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, horeeeeeeee , yeeeeeeeees’ !!!!!!!!!! teriaku dalam hati saking
gembiranya akan berlayar . benar- benar
tempat yang indah untuk menghilangkan capek atau lelah. Ku sempatkan mengambil
gambar saat berada diatas sampan atau perahu ojek yang akan membawa kami
mengarungi lautan....huftttt
Sebetulnya
sudah sejak dulu aku sering kemari! Ya, tepatnya di pelabuhan lama kwandang.
Dulu aku punya kenangan manis disana . Tapi itu sudah lama sekali, sudah sejak
puluhan tahun yang lalu. Tak ku sangka dapat berdiri kembali di tempat itu walau
dengan keadaan yang berbeda. Ahkz...yang lalu tak penting lagi, bagiku yang
penting naik perahu dulu untuk mengawali cerita baru bersama saudara-saudaraku.
Babussalam, miss u.............!
( Kwandang Nov, 18th 2012 )
